Friday, December 15, 2017

Kolam Pancing Poyotomo

Spot Gunung Bintan

Salah satu spot foto dan menjadi destinasi wisata di Pulau Bintan yaitu Kolam Pancing Poyotomo. Terletak di Sekuning, Desa Sri Bintan yang memang berdekatan dengan Gunung Bintan Setelah turun dari Gunung Bintan, puas menikmati dan mandi di Air Terjun Gunung Bintan, anda hanya perlu mengarahkan tujuan anda menyusuri jalan utama (tidak perlu berputar arah) hingga menemukan simpang tiga yang ditandai dengan tugu durian.( Sebuah durian raksasa dijadikan sebuah tugu di persimpangan)
Sunset di Lokasi
Dipersimpangan, anda berbelok kearah kanan dan mengikuti jalan hingga kurang lebih 2 Km sebelum akhirnya tiba di Kolam Pancing Poyotomo. Posisi lokasi yang berada di tepi jalan utama sebelah kanan, membuat lokasi ini mudah ditemukan. Tempatnya berpagar beton dan tertutup dari luar (mengantisipasi para pengunjung yang tidak mau bayar retribusi).
Sebagai informasi, bahwa lokasi pemancingan ini adalah milik perorangan yang sengaja dibuat untuk tempat pemancingan biasa ataupun untuk perlombaan memancing. Namun lokasi yang asri dan nyaman menjadikan tempat ini sebagai salah satu tempat yang cocok untuk rekreasi keluarga ataupun yang ingin bersantai sembari memancing.
 Pondok yang disewakan
Spot Memancing

Biaya yang dikenakan untuk setiap orangnya adalah Rp 10.000, cukup terbilang murah untuk lokasi indah yang diberikan. Taman bunga yang tersusun rapi dan lokasi yang bersih menambah kenyamanan untuk berlama – lama dilokasi ini.
Taman Bunga dan Pondok Lesehan
Bila anda kelupaan membawa perlengkapan pancing, anda tidak perlu khawatir. Karena disini disediakan jasa penyewaan pancing yang dibayarkan sekali saja selama anda berada dilokasi dan menggunakannya. Umpan pancing yang berbagai macam pun secara gratis diberikan kepada anda.
Untuk anda yang ingin langsung menyantap ikan hasil tangkapan anda, anda hanya perlu berkomunikasi dengan pengelola lokasi untuk harga dan jenis masakan yang ingin anda nikmati. Atau anda bisa membawa pulang setelah menimbang dan membayarkan ikan tangkapan anda. Bila anda tidak ingin membawa ikan tangkapan anda, segera mungkin lepaskan ikan tangkapan anda agar tidak melukai ikan. (Jangan biarkan ikan itu terlalu lama bergantung pada kail anda, sakit rasanya bila kelamaan digantung dan di PHPin)

Tips selama dilokasi
1. Datanglah tidak dimusim hujan atau ketika curah hujan rendah untuk mendapatkan pemandangan yang maksimal di lokasi.
2. Bayar biaya masuk, agar anda tidak malu diliatin ketika ketahuan menyusup dan disuruh keluar.
3. Sewa peralatan pancing yang sesuai untuk anda, untuk kenyamanan anda memancing.
4. Jangan berenang di kolam walaupun tidak ada larangan, namun anda akan menjadi santapan bagi mata kail para pemancing lainnya.
5. Segera lepaskan ikan yang tidak anda inginkan. Jangan biarkan ia terlalu berharap banyak namun anda PHPin.
6. Penyewaan pondok, dibayarkan kepada pengelola. Jangan asal duduk, nanti malu di liatin pas ditagih pengelola.
7. Jangan berfoto dekat dengan orang yang sedang serius memancing terutama yang belum dapat seekor ikan pun, bisa – bisa anda akan dijadikan umpan untuk ikan.
8. Spot foto yang luas, tidak perlu berebut dengan para pengunjung lain kalau tidak mau di usir karena menimulkan keributan.
9. Jadilah pengunjung yang beretika dan berbudaya baik dengan tidak membuang sampah sembarangan, dikarenakan banyak tempat sampah di lokasi.
10. Jangan lupa pulang, kasihan yang punya lokasi juga harus pulang untuk istirahat bersama keluarganya.

Selamat Datang di Bintan
Selamat Berlibur
Salam
-jewe


Air Terjun Gunung Bintan,

Air Terjun Gunung Bintan 

Terletak di Desa Sri Bintan Kabupaten Bintan Utara dimana daerahnya merupakan daerah perkebunan rakyat dan belum tersentuh tangan investor dalam pengelolaan lahan. Daerahnya terbilang asri dan sejuk, dikarenakan masih banyaknya pohon kayu yang tumbuh ditambah daerah ini merupakan daerah penghasil durian di pulau ini. Sehingga banyak kebun durian di temui di daerah ini.


Jalur melalui kebun warga

Air terjun yang merupakan salah satu destinasi wisata pulau ini berada di kawasan Gunung Bintan sehingga air terjun ini sering dinamai Air Terjun Gunung Bintan. Sekedar informasi dari saya pribadi, Gunung Bintan yang sering disebut gunung ini merupakan sebuah bukit yang ketinggiannya tidak seperti gunung-gunung biasa. Namun mari kita samakan pengucapan Gunung Bintan, agar tidak menimbulkan simpang siur saat bertanya lokasi. ( Biarlah nama yang melekat tetap menjadi identitas *ceileee :p ). Anda hanya perlu tracking sekitar 30 menit untuk mencapai puncaknya.


Penampakan air terjun
Untuk air terjun itu sendiri berada beberapa meter sebelum puncak Gunung Bintan. Dari dasar kaki gunung anda hanya akan melangkahkan kaki 400 langkah untuk mencapai air terjun dari pos retribusi (untuk langkah saya sendiri sekitar 300 langkah). Lalu bagaimana untuk bisa sampai ke daerah lokasi Gunung Bintan?

600 Langkah Pulang Pergi

Dari Tanjung Pinang anda hanya cukup melalui 3 jembatan (jembatan III) sebelum tiba di persimpangan Desa Sri Bintan, Bila dari Tanjung Uban anda juga akan melalui 3 jembatan. Simpang Desa Sri Bintan tepatnya hanya sekitar 200 meter setelah jembatan III (bila dari Tanjung Pinang) atau 200 meter sebelum jembatan IV ( bila dari Tanjung Uban). 

Coba Pakai Map

Terdapat simpang 4 jalan beraspal, anda pilih arah kanan bila dari Tanjung Pinang (Kiri bila dari Tanjung Uban). Dan cukup menyusuri jalan aspal hingga anda tiba di gapura Gunung Bintan sebelah kanan jalan utama Desa Sri Bintan.


Gapura

Untuk retribusi masuk sendiri, anda hanya perlu mengeluarkan biaya Rp. 10.000/orang setiap kunjugan. Cukup murah untuk keramahan warga sekitaran kaki Gunung Bintan. Setelah membayar anda hanya perlu menyusuri anak tangga hingga tiba di Air Terjun Gunung Bintan.

Anak-anak warga kaki Gunung Bintan

Tips untuk anda yang ingin berkunjung ke Air Terjun Gunung Bintan.
1. Berkunjunglah saat curah hujan tidak terlalu tinggi, antisipasi anda kehujanan dijalan dan juga antisipasi air terjun tidak deras dimusim kemarau.
2. Jangan malu bertanya dengan warga sekitar bila anda bingung dengan arahan dari artikel saya.
3. Jangan pelit untuk membayar retribusi, untuk pengelolaan dan keramahan warga.
4. Berhati-hati bila berkunjung di musim hujan, jalan menuju ke lokasi air terjun licin.
5. Pakai sepatu atau sandal yang sesuai ( sesuai dengan ukuran kaki dan kenyamanan tracking)
6. Jangan mandi tanpa busana /  telanjang. ( bukan tempat keramat, hanya takut membuat khilaf pengunjung yang lain )
7. Berhati – hati batu licin ( walaupun tidak ada pemberitahuan dari batu itu sendiri)
8. Jadilah pengunjung yang beretika dengan menjaga kebersihan. Disediakan banyak tempat sampah, jadi anda tidak perlu khawatir tissue dan sampah kecil anda menumpuk di tas anda.
9. Berhati – hati saat ingin berfoto atau berselfie ria di lokasi ( sekali lagi BUKAN KERAMAT, lokasi licin, waspada anda tergelincir di batu saat berselfie).
10. Ingat pulang, jangan merepotkan keluarga yang menunggu anda pulang dari liburan.
Selamat Datang di Bintan,
Selamat Berlibur,
Salam,

-jewe

Wednesday, December 13, 2017

Telaga Biru Bintan


Telaga Biru Bintan

Pada artikel saya sebelumnya, saya telah menjelaskan rute perjalanan menuju Gurun Pasir Bintan yang terletak di Desa Busung, Kabupaten Bintan Utara. Pun demikian dengan objek wisata Telaga Biru Bintan, merupakan objek wisata yang lokasinya berdekatan dengan lokasi Gurun Pasir Bintan. Tidak beda jauh dengan Gurun Pasir Bintan, Telaga Biru Bintan juga memiliki gurun pasir. Sedikit berbeda dengan lokasi sebelumnya, di lokasi Telaga Biru ini terdapat beberapa genangan air berwarna biru. Bisa dikatakan bahwa lokasi Telaga Biru ini lebih indah dari tetangga sebelahnya dikarenakan terdapat beberapa genangan air berwarna biru yang terlihat indah dari kejauhan.

Beberapa Genangan Membentuk Danau

Namun tunggu. Bila anda telah sampai di lokasi, genangan air itu bukan lah Telaga Biru sebenarnya. Ibarat jamuan makan malam, itu hanyalah hidangan pembuka. Lantas dimanakah Telaga Biru yang asli?

Berjalan kira-kira 50 meter dari pintu masuk Gurun Pasir Bintan, anda akan menemukan simpang besar (sebelah kanan bila anda berangkat dari Tanjung Uban atau sebelah Kiri bila anda berangkat dari Tanjung Pinang). Beda halnya seperti pintu masuk Gurun Pasir Bintan, simpang ini masih belum direnovasi oleh warga sekitar, dikarenakan lokasinya masih baru di buka. Hanya terdapat selembar spanduk menyatakan “Selamat Datang di Lokasi Telaga Biru”

Setelah anda menyusuri masuk kedalam, anda akan bertemu pos retribusi, dan akan dikenakan biaya perkendaraan (bukan per pengunjung) berkisaran antara 5 ribu hingga 20 ribu rupiah, tergantung kendaraan apa yang anda gunakan. (sebagai info tambahan tidak ada landasan pesawat maupun pelabuhan kapal pesiar disini)


Spot Buatan untuk Foto Cantik

Seperti saya jelaskan di awal, bahwa lokasi ini terbilang baru sehingga jalan untuk ke lokasi inti masih ala kadarnya, namun jangan khawatir, bus yang anda kendarai tidak akan terpuruk kok hanya perlu hati – hati saja. Walaupun jalan agak rumit, anda tidak perlu khawatir tersesat untuk tiba di lokasi. Anda hanya perlu berjalan lurus mengikuti bekas kendaraan para pengunjung lainnya atau juga memperhatikan para pengunjung yang lain (khusus untuk anda yang masih baru, di musim libur, banyak pengunjung jadi anda akan lebih mudah menuju lokasi).

Spot Foto

Bila anda telah menemukan lokasi luas dan beberapa tenda pedagang membentuk lorong seperti pintu masuk, maka segera parkirkan kendaraan anda dan bersiap berpetualang menuju Telaga Biru. Sama halnya seperti tetangganya Gurun Pasir, disini menyediakan berbagai kebutuhan yang anda butuhkan diantaranya cemilan, minuman payung, dan ATV terserah anda memilih sesuka hati namun jangan lupa untuk membayar. Terdapat pula ojek untuk berkeliling, itu terserah anda bila ingin menjelajah dengan ojek atau sekedar berjalan kaki.

Tidak berbeda jauh dengan tetangganya Gurun Pasir Bintan, namun lokasi Telaga Biru ini bisa saya katakana lebih baik dari tetangganya. Kesaamaan dengan tetangganya yang memiliki gundukan pasir dikarenakan dulunya sama – sama merupakan lokasi penambangan pasir. Setelah terbengkalai, lokasi ini dipisahkan rerumputan dan rawa.

Spot Foto Lainnya

Saya katakan lebih baik, dikarenakan dilokasi ini memiliki beberapa genangan air yang membentuk danau kecil yang memiliki warna air yang biru. Tidak seperti tetangganya Gurun Pasir yang hanya memiliki gundukan pasir terbentuk seperti gurun.

Namun jangan berhenti sampai disitu dulu. Itu bukanlah Telaga Biru yang dimaksudkan warga sekitar. Memang beberapa danau kecil yang terbentuk sudah cukup memuaskan mata, namun telaga biru yang sebenarnya berada di Utara pintu masuk.

Mengitari Telaga Biru dengan Kapal Motor

Tidak terlalu sulit untuk menemukan lokasi Telaga Biru yang asli. Anda cukup berjalan kira-kira 100 meter ke arah Utara dari pintu masuknya sembari menikmati indahnya danau-danau kecil lainnya. Di ujung jalan anda berjalan, akan anda temui dermaga sederhana yang ditandai oleh jaket pelampung yang di gantungkan pengelola kapal motor di pepohonan tempat ia berteduh menantikan kedatangan para penumpang. Anda cukup membayar Rp. 10.000/orang untuk mengitari telaga biru. Cukup murah untuk wisata alam di seputaran telaga biru ini.

Gundukan tanah yang membentuk pulau-pulau kecil

Tips untuk anda yang ingin berkunjung ke Telaga Biru Bintan.

1. Perhatikan seksama peta atau pun GPS yang anda gunakan, mencari pintu masuk lokasi. Dikarenakan spanduk yang digunakan cukup sederhana.

2. Jangan pelit untuk membayar retribusi, tidak mahal dibandingkan keramahan dan kebersihan lokasi

3. Parkirkan kendaraan anda dengan baik. Anda bebas parkir dimana saja asal jangan menggangu jalan yang dilalui pengunjung lainnya.

4. Jangan mengeluh dengan panasnya cuaca. Dikarenakan tempatnya merupakan tempat terbuka. Kalau tidak ingin kepanasan dan kulit gosong, ada baiknya liburan dirumah saja.

5. Terdapat penyewaan payung bila anda tidak tahan panas, dan juga penjual air segar bila anda ingin menyegarkan tenggorokan. Jangan lupa membayar.

6. Berjalan kearah kiri setelah masuk agar anda dapat mengitari keseluruhan tempat. Kebanyakan orang latah mengikutin jalur biasa.

7. Berfoto menggunakan fasilitas yang disediakan pengelola, harap dibayar, kalau mau gratis berfotonya dari tepian sisi lain atau curi-curi jepretnya.

8. Jadilah pengunjung yang beretika dengan tidak membuang sampah sembarangan.

9. Jangan lupa untuk pulang. Kasihan keluarga cemas menanti kepulangan anda.

10. Jangan lupa eksis di sosial media dengan postingan foto liburan anda.



Selamat Datang di Bintan

Selamat Berlibur

Salam

-jewe

Monday, November 13, 2017

Segala sesuatunya adalah takdir

Foto hanya ilustrasi
Banyak dari mereka mengatakan segala sesuatunya dalam hidup ini sudah diatur oleh takdir dan kita terikat dan dikekang oleh nya. Mereka katakan bahwa derita mereka adalah karena takdir, mereka katakan kebahagiaan mereka pun telah diatur oleh takdir. Seolah – olah setiap gerak langkah dan jejak langkah mereka itu terikat dengan takdir. Takdir seolah berkuasa penuh dalam perjalanan hidup mereka dan tidak pernah meninggalkan mereka. Apakah hidup memang seperti itu? Ataukah kita yang hanya berpasrah pada takdir dalam hidup ini?
Sering kali pertanyaan itu menggema di kepalaku terutama saat aku duduk diam sendiri di kesunyian dan keheningan alam. Apakah memang aku ini hidup untuk terpenjara dalam takdir itu sendiri? Lalu apa arti hidup itu sendiri bila untuk hidup saja aku tidak bebas menentukan pilihanku. Tanpa mengesampingkan Sang Khalik penguasa semesta, terkadang takdir merupakan sesuatu hal yang lucu bagiku. Begitu kejamnya Semesta menakdirkan bahwa aku akan hidup selamanya dalam kemalangan sementara temanku dalam kelimpahan. Atau, betapa tidak adilnya Semesta menakdirkan bahwa aku akan hidup bahagia selamanya sementara temanku selalu dirundung kemalangan. Sesuatu hal yang lucu untuk dibahas dan diputar-putar pertanyaan itu didalam kepala ini.
Aku pikir aku ini adalah mahkluk ciptaanNya yang paling istimewa dibanding ciptaanNya yang lain. Lalu apa bedanya diriku dengan air yang mengalir dari tempat yang lebih tinggi menuju ke tempat yang lebih rendah. Lalu apa bedanya aku dengan kupu-kupu yang hanya bertahan beberapa hari sebelum akhirnya bereproduksi lalu mati. Bila takdir selalu mengikat gerak langkah dan tubuhku, lalu apa bedanya aku dengan mahkluk ciptaan lainnya? Cukup lama pertanyaan seputar takdir itu berkutat di kepala otakku, hingga aku tiba di sebuah kesimpulan dari pemahaman aku sendiri bahwa takdir itu sebuah penghambat gerak langkahku. Aku tiba pada kesimpulan bahwa aku hanya ditakdirkan untuk terlahir dan mati. Diantara kedua takdir itu merupakan pilihanku. Aku mempunyai nalar dalam melangkah, aku mempunyai akal dalam bertindak dan aku mempunyai hati dalam memutuskan terhadap apa yang hendak aku lakukan, siapa yang ingin aku temui, kemana aku akan melangkah, kapan aku harus bertindak dan bagaimana harusnya aku menyikapi setiap pilihanku. Takdir sendiri tidak berhak atas setiap pilihan yang aku tetapkan karena takdir itu sendiri tidak berkuasa akan semesta langit dan bumi pun dengan diriku.
Seperti kesimpulan dari pemahaman pikiran ku sendiri, bahwa takdir merupakan penghambat gerak langkahku. Aku pikir takdir itu merupakan sebuah doktrin yang tertanam dari generasi ke generasi agar mungkin pasrah menerima sebuah keadaan dan kenyataan. Doktrin yang melemahkan langkah seseorang saat dia ingin menantang dunia. Berfikir bahwa ia sudah ditakdirkan untuk tidak menjadi apa-apa dan tetap dalam keterpurukan sendiri. Tanpa sadar ternyata ia memutuskan pilihan bahwa ia ingin tetap dalam keterpurukan. Aku melihat bahwa itu adalah buah dari pilihannya, bukan takdirnya. Bahkan seeokor ikan kecil yang ku temui di sebuah curug. berusaha untuk menantang arus yang telah membawanya jauh dari sarangnya. Ataupun ia berusaha untuk menantang arus air menuju tempat baru yang menurut insting nya menyediakan makanan yang cukup bagi dirinya.
Mereka bilang, segala sesuatunya adalah takdir sementara takdir itu sendiri hanya terjadi dua kali dalam hidupnya. Dan aku, aku akan tetap menjadi ikan kecil yang menantang arus curug yang biasa mereka sebut takdir. Memilih berenang bebas menantang, apa yang hendak aku lakukan, siapa yang ingin aku temui, kemana aku akan melangkah, kapan aku harus bertindak dan bagaimana harusnya aku menyikapi setiap pilihanku daripada berdiam diri dan berpasrah hanyut dimakan oleh takdir kedua. -jewe
Lobam, 11/13/2017
Tulisan ini dibuat untuk mengikuti tantangan 10 hari menulis di bulan November bersama beberapa teman pecinta sastra.
Ini murni opini penulis tanpa ada niat untuk mempengaruhi ataupun menjadikan opini ini sebagai bahan perdebatan.
#Novemberwrite #10dayswrite

Friday, June 16, 2017

Gurun Pasir Bintan

Gurun Pasir Bintan
Terletak di Desa Busung, Kabupaten Bintan Utara, merupakan daerah berupa gundukan pasir yang cukup terbilang luas. Sejarahnya merupakan bekas galian dari tambang pasir yang terbengkalai. (Mungkin Bang Toyib udah pulang).
Bang Toyib Hendak Mudik

Seperti halnya gurun pasir di Afrika dan beberapa negara lainnya, (saya sendiri belum pernah rasain gurun pasir beneran), disini tidak ada tempat untuk berteduh. Jadi anda yang ingin datang kemari jangan pernah berfikiran untuk mencari pepohonan bila kepanasan. Tapi jangan khawatir, di pintu masuk lokasi (ini gurun apa mall ada pintu masuknya?), disediakan sewa payung untuk anda yang ingin menggunakan pelindung tambahan.
Pelindung Tambahan (kreatif)

Berbicara pintu masuk, bagaimana caranya agar bisa ke lokasi? Objek wisata gurun pasir ini tidaklah sulit untuk di temukan. Anda tidak harus keluar masuk hutan, atau naik turun gunung untuk menemukannya. Cukup menyebrang saja ke Pulau Bintan. Bagaimana cara menyebrang ke Pulau Bintan, telah saya ceritakan sesederhana mungkin di artikel saya sebelumnya. Bintan Explorer 1

Para Penjelajah

Dari Batam, ada baiknya bila anda mengambil jalur Pelabuhan Telaga Punggur menuju Pelabuhan Tanjung Uban. Karena jarak lokasi gurun pasir lebih dekat dengan daerah Tanjung Uban dibandingkan dengan Tanjung Pinang. Akan lebih jauh lagi bila anda dari Halmahera. Saya tidak ingin memaksa anda untuk mengikuti jalur yang saya tentukan, apabila anda memang HARUS ke Tanjung Pinang (lah rumahnya di Tanjung Pinang bang!)


  Dari Pelabuhan Tanjung Pinang, anda hanya perlu mengikuti arah jalan menuju Tanjung Uban (Sering aja perhatikan penunjuk jalan bila tidak punya GPS atau peta bila perlu tanya Dora), setibanya di Simpang Tiga Ceruk Ijuk, anda berbelok ke kiri dan berjalan lurus lah di jalan tersebut hingga anda tiba di lokasi, jangan khawatir hanya ada 1 jalan lurus sepanjang perjalanan menuju lokasi yang dapat ditempuh sekitar 60 menit dari Tanjung Pinang, anda tidak perlu berbelok ke kanan ke kiri. Jangan! Itu bahaya, anda bisa kecebur ke laut.

Sedangkan dari Pelabuhan Tanjung Uban, setelah anda keluar dari pelabuhan, (jalan 1 arah ke kiri setelah keluar dari pelabuhan) arahkan kendaraan anda berjalan lurus hingga anda tiba disimpang makam pahlawan (Simpang, setelah anda lewati 2 bundaran, jadi dihitung sendiri). Anda harus berbelok kekanan di simpang makam pahlawan sebelum akhirnya anda menemukan jalan lurus menuju lokasi yang dapat ditempuh sekitar 15 menit. Akan ada beberapa simpang, namun anda hanya perlu berjalan lurus. Abaikan simpang-simpang itu, jangan tergoda untuk menyimpang dari jalan yang lurus :p

Disewakan Objek Foto

Tidak sulitnya akses ke gurun pasir ini, bisa di pastikan anda tidak akan tersesat dijalan. Bila mengikuti arah dari artikel ini, kemungkinan besar anda akan tiba dilokasi, bila masih keliru, ada baiknya bertanya jalan (budaya Indonesia banget).
Lokasi gurun pasir ini berada di tepi jalan raya antara Tanjung Uban – Tanjung Pinang. Anda tidak akan kesulitan menemukannya, dikarenakan lahan yang luas dan banyak nya pengunjung tiap hari libur yang sedang berfoto ria terlihat dari jalan raya serta pula warga sekitar yang mengelola tempat ini telah membuat tanda berupa pintu masuknya.


Mau kemana mba?

Sempatkan Selfie

Di pintu masuk gurun ini, beberapa warga berjualan makanan dan minuman dan seperti saya katakan di awal, disediakan jasa penyewaan payung.

Tips dan Trik
1. Disarankan membawa kendaraan pribadi, dikarenakan tidak adanya angkutan umum menuju lokasi. Bila anda tidak membawa kendaraan, mungkin anda boleh menghubungi saya, nanti kita bisa bicarakan baik-baik kok :p
2. Berkendaralah dengan aman selama di perjalanan. Jalanan yang terbilang jauh lebih sepi dari Jakarta di musim libur, di tambah kondisi aspal yang terbilang baik, terkadang membuat kita terpacu untuk berkendara dengan laju. Jangan laju-laju, hargai pengendara yang lain, bila tetap ingin laju, yah hati-hati dijalan.
3. Bawalah bekal minuman anda secukupnya, ada baiknya memperbanyak minuman mineral untuk menghindari dehidrasi. Bila anda lupa membawanya, anda dapat membelinya dari warung warga sekitar di lokasi ataupun di jalan menuju ke lokasi.
4. Jangan pernah katakan “aduh panasnya!”. Jangan! Bukan sebuah pantangan untuk mengatakan kalimat tersebut, hanya saja anda akan di tertawai pengunjung yang lain. Percayalah, gurun itu panas, apalagi bila anda datang di musim kemarau. Gurunnya adem saat hujan dan malam hari saja. :p
5. Anda tidak perlu membawa es cream ke lokasi. Bukan karena dilarang, hanya saja akan sia-sia diperjalanan es nya akan mencair. Minuman dingin akan membuat kondisi tubuh anda tidak stabil.
6. Bayarlah retribusi masuk, tidak mahal kok 2 ribu hingga 5 ribu (masih rupiah belum ganti dollar) hitung-hitung biaya perawatan tempat.
7. Bayar pula biaya berfoto di beberapa patung yang disediakan warga. Karena memang itu merupakan mata pencaharian mereka. ( bayangin aja kalau kamu usaha sewa latar untuk foto tapi ga di bayar, kan keuseeelll!)
8. Jangan tinggalkan sampah. Ini masalah terbesar para wisatawan lokal.
9. Jangan lupa minum, antisipasi dehidrasi.
10. Jangan lupa berfoto (kayaknya ini sih ga akan lupa)
11. Jangan lupa pulang, (kasihan keluarga kalau anda ga pulang)
Selamat berlibur!
Selamat bertamasya!
Selamat datang di Bintan!
Selamat sampai Tujuan!
Salam Senja!
-jewe

Wednesday, June 14, 2017

Bintan Explorer 1

Bintan, salah satu pulau di Indonesia yang terletak di Provinsi Kepulauan Riau dengan ibukotanya Tanjung Pinang. Bintan adalah pulau terbesar di kepulauan Riau yang terdiri hampir dari 3.000 pulau besar dan kecil (saya belum pernah hitung). Membentang dari Malaka ke Laut Cina Selatan tidak heran mata pencaharian sebagian besar masyrakatnya adalah nelayan dan juga menjadikan Bintan adalah salah satu destinasi wisata laut dan pantai bagi warga lokal maupun mancanegara.
Di bintan, lokasi wisata dikelola oleh warga setempat beserta pemerintah dan pihak swasta beserta pemerintah. Berbagai destinasi wisata diantaranya adalah:
1.Gurun Pasir
Merupakan daerah bekas tambang pasir yang ditinggal terbengkalai (Bang Toyib mudik). Di kelola oleh warga setempat sebagai pemasukan tambahan di hari libur dan akhir pekan atau mungkin tangkapan ikan yang lagi sepi.


2. Telaga
Telaga yang cukup luas terbentuk dari bekas tambang pasir. Airnya berwarna biru gelap dan suasananya menyatu dengan alam


3. Pantai Rakyat
Merupakan pantai rakyat yang dikelola oleh masyarakat setempat, sering disinggahi oleh warga lokal sebagai tempat bersantai di akhir pekan. Salah satunya adalah pantai sakera


4. Patung  
Sebelum terkenal sebagai objek wisata, patung- patung yang berada di beberapa tempat di Pulau Bintan adalah sebagai symbol keagamaan agama tertentu dan sampai kini patung tersebut masih tetap menjadi tempat sakral. Biasanya para wisatawan hanya diperbolehkan melihat dan berfoto dari jarak-jarak tertentu.

5. Landmark
Terdapat di ibukota provinsi, Tanjung Pinang, merupakan bangunan menyerupai cangkang gonggong (hewan laut seperti keong).

Lalu bagaimana untuk bisa sampai ke Pulau Bintan?
Percayalah, anda tidak harus turun naik gunung, keluar masuk hutan, melewati lembah hanya untuk sampai ke Pulau Bintan. Anda pun tidak harus seperti di film Pirates of Carribean yang harus melewati samudra dan bertemu perompak lainnya saat di perjalanan menuju pulau ini.
Ada 2 akses bagi anda yang berada di luar dari Pulau Bintan namun tetap ngotot ingin sampai ke pulau ini.
1. Transportasi Udara
Bagi anda yang berada diluar provinsi Riau, salah satu trasnsportasi terbaik adalah menggunakan pesawat. Selain menghemat waktu, anda akan disuguhin pemandangan indah gugusan pulau-pulau di provinsi ini dari atas pesawat (pilih bangku dengan seri A dan F). Ada 2 tujuan penerbangan yang terdekat dengan Pulau Bintan ini. Yang pertama adalah penerbangan tujuan Batam dan yang kedua adalah penerbangan tujuan Tanjung Pinang.
Bila anda memilih penerbangan tujuan Batam, saran saya agar mengambil penerbangan  yang dapat tiba di Batam pukul 15:00 (sudah termasuk delay dan lain-lain). Bila anda dari batam, anda harus menempuh perjalanan laut sekitar 20 menit (naik kapal cepat) atau pun 1 jam 30 menit (naik kapal barang/ RoRo) dengan tujuan Pelabuhan Tanjung Uban. Dan Pelabuhan paling lama beroperasi pukul 18:00 bila cuaca baik. Jadi amannya, saya ambil pukul 3 sore dan perjalanan Bandara Hang Nadim – Pelabuhan Telaga Punggur sekitar 30 menit. Jadi anda akan tiba di Tanjung Uban sekitar pukul 17:00, suasana masih terang dan lebih mudah mencari penginapan disekitaran pelabuhan. Bila anda kemalaman tiba di Batam, anda harus menunggu semalam.
Bila anda memilih penerbangan Tanjung Pinang, anda telah sampai di Pulau Bintan itu sendiri, karena Tanjung Pinang yang merupakan ibu kota Provinsi Kepri terletak di Pulau Bintan itu sendiri. Namun, untuk penerbangan, tidak sebanyak penerbangan ke Batam dikarenakan bandara di Tanjung Pinang masih dalam tahap pengembangan.
2. Transportasi Laut
Sama halnya dengan trasnsportasi Udara, transportasi laut juga memiliki tujuan yang sama (Batam atau Tanjung Pinang) bila ingin menuju Pulau Bintan. Bila anda tujuan Batam, sama halnya dengan transportasi udara, anda juga harus menuju pelabuhan penyebrangan Batam – Tanjung Uban. Begitu juga bila anda tujuan Tanjung Pinang (sama seperti diatas)


Tips dan Trik bagi anda para pecinta travelling:
1. Atur jadwal jauh hari bila ingin menjelajah pulau Bintan. Atur jadwal libur panjang anda.
2. Bila anda single back packer, hubungi biro perjalanan yang ada di Pulau Bintan ini, untuk menyewa transportasi. Transportasi yang minim di pulau ini membuat anda kesulitan untuk menjangkau tempat-tempat tujuan anda. Selain itu anda juga bisa menghubungi saya, kita bisa bicarakan baik-baik :p
3. Bila anda tiba malam di Batam, harga kamar hotel berkisaran 250 ribu rupiah ke atas tergantung kelas kamar yang anda pesan.
4. Harga Ojek berkisaran 30 ribu semakin jauh semakin mahal, disarankan menyewa kendaraan.
5. Harga makan berkisaran 15 ribu, semakin enak semakin mahal, disarankan bawa bekal sendiri khusus anda para backpacker.
6. Bagi para back packer, sediakan mantel hujan. Dikarenakan hujan disini seenaknya sendiri.
7. Jangan lupa kamera untuk mengabadikan setiap momen anda disini.
8. Jangan lupa membayar setiap jasa yang anda gunakan (bayangin aja kamu nawarin jasa tapi ga di bayar, kan sakittttttt !!!)
9. Jangan lupa beristirahat, sebab tujuan wisata disini berjauhan, dan penginapan hanya ada di beberapa titik tertentu.
10. Jangan lupa jaga kebersihan pulau ini.
11. Jangan lupa pulang (kasihan keluarga kecarian)
Pada artikel saya kali ini hanya sebagai penghantar untuk artikel-artikel yang akan saya tuliskan nantinya. Banyak tempat yang akan saya paparkan di artikel berikutnya mengupas satu-persatu tempat yang pernah saya jelajahi di pulau ini.  Bila anda ingin mencari referensi berwisata murah di Bintan sekitarnya, saya harap artikel-artikel saya adalah pilihan yang baik. Karena selama saya menjelajahi sebagian pulau ini (belum sempat dijelajah semua karena kerjaan), saya menjelajah dengan cara saya sendiri yang pasti dengan modal yang cukup minim (emang dasar kere sih).
Beberapa tempat di pulau ini cenderung terbilang mahal. Anda akan dikenakan biaya dengan hitungan Sing Dollar. Cukup mahal terutama bagi saya (sekedar info T.T). Namun harga yang mahal sesuai dengan fasilitas yang mereka tawarkan. Anda dijamin tidak akan menyesal menggelontorkan dana banyak (kata teman sih, yang bekerja di hotel). Mayoritas, hotelnya menyediakan layanan privasi, jadi cocok buat geng jomblo kamu yang ingin nangis bareng tanpa di lihat orang-orang, silahkan nikmati. Setelahnya, jangan lupa bayar tagihan pesanan kamu. :D
Sampai bertemu di artikel-artikel saya yang lain, yang mengupas satu persatu perjalanan di pulau ini. Saya akan kupas setajam silet :p.
Selamat Datang di Pulau Bintan!
Selamat Berlibur!

Salam Senja,
-jewe



Friday, March 10, 2017

Sekilas Perjalanan Menuju Candi Borobudur


Candi Borobudur adalah salah satu destinasi wisata budaya dan agama yang terletak di Desa Borobudur, Kabupaten Magelang – Jawa Tengah. Candi Borobudur merupakan sebuah bangunan candi Buddha berbentuk stupa yang didirikan sekitar tahun 800M pada masa pemerintahan Wangsa Syailendra oleh para penganut Agama Buddha Mahayana. Perkiraan ini didasari oleh penemuan tulisan yang dipahat pada pigura asli relief kaki candi (Karwa Wibhangga) menggunakan huruf Pallawa yang digunakan di abad 8M. Candi Borobudur adalah Candi Buddha terbesar sekaligus salah satu monumen Buddha terbesar didunia. Terletak di 15 km Selatan Kota Magelang, candi ini berada didataran berbukit yang hampir seluruhnya dikelilingi oleh gunung diantaranya G. Merbabu disebelah Timur, G. Merapi disebelah Barat Laut, G. Sumbing disebelah Selatan dan G. Sindoro disebelah Utara.


Sejarah mengatakan pembangunan Candi Borobudur memakan waktu kurang lebih 50 tahun. Beberapa prasasti menyebutkan candi ini digunakan oleh orang-orang Agama Buddha masa itu sebagai tempat ziarah dan ibadah selama kurang lebih 150 tahun. Keruntuhan Wangsa Syailendra mengakibatkan keberadaan para penganut Agama Buddha terdesak oleh keberadaan para penganut Agama Hindu kala itu yang mengakibatkan terjadinya migrasi besar-besaran hingga akhirnya menelantarkan bangunan candi. Terbengkalai terlalu lama dan rusak oleh alam (tertimbun oleh abu letusan gunung tertimbun hilang didalam tanah) Candi Borobudur digali kembali sekitar tahun1814M oleh Sir Thomas Stamford Raffles. Ia dianggap orang pertama yang menguak keberadaan Candi Borobudur. Penggalian ini terhenti dikarenakan kondisi tanah yang rawan longsor, sehingga Sir Thomas Stamford Raffles hanya memiliki sketsa candi. Penggalian dilanjutkan pada Tahun 1835 selepas Inggris mengalami kekalahan terhadap Belanda oleh Hartman dan pada tahun1873 foto pertama Candi Borobudur di abadikan oleh ahli engrafi Belanda.
Candi Borobudur untuk pertama kali dipugar pada tahun 1902 oleh pemerintahan Hindia Belanda dengan menghabiskan biaya 48.800 gulden. Pemugaran dilakukan untuk memperbaiki keadaan drainase. Pada tahun 1907-1911 oleh Theodor van Erp dilakukan pemugaran tahap kedua untuk pencarian kepala patung Buddha. Hingga akhirnya pada tahun 1960 pemerintah Indonesia berinisiatif melakukan pemugaran besar-besaran dengan mengajukan permintaan kepada masyarakat internasional untuk memulihkan Borobudur hingga akhirnya Candi Borobudur terlihat seperti sekarang ini. Tahun 1991 UNESCO memasukan Candi Borobudur menjadi salah satu warisan dunia dan merupakan salah satu dari keajaiban dunia.

Jelajah Borobudur
        Tulisan pertama di blog ini menceritakan perjalanan dan kisah saya selama di Borobudur. Berawal dari keinginan yang sudah lama terpendam ingin mencoba kenikmatan baru terhadap petualangan backpacker, saya memilih Jawa Tengah sebagai destinasi perjalanan saya. Saya memilih Jawa Tengah, salah satu alasannya propinsi ini merupakan daerah baru untuk saya disamping keindahaan alam Jawa Tengah yang tidak akan cukup dijelajah dalam kurun waktu singkat. Saya sendiri hanya punya waktu seminggu, menjelajah sebagian Jawa Tengah dan Borobudur sendiri hanya saya nikmati dalam waktu kurang dari 2 hari.
Awal perjalanan saya dimulai setibanya saya di Bandara Internasional Sukarno Hatta, Cengkareng. Bermodalkan jasa angkutan online saya hanya membayar sekitar Rp 90,000 dari bandara menuju Stasiun Senen. Bermodalkan ransel daily pack yang terisi ¾ nya sudah termasuk beberapa pakaian ganti dan cemilan roti serta air mineral dan sejumlah uang tunai, saya siap memasuki Stasiun Senen menunggu kereta api mengantarkan saya menuju Yogyakarta.Tepat pukul 21:45 KA Bogowonto mulai bergerak perlahan meninggalkan Kota Jakarta.
Pengalaman pertama pula bagi saya menggunakan jasa angkutan kereta api. Sesuatu yang baru melihat para penumpang yang duduk nyaman dibangku masing-masing sementara saya baru saja memulai beradaptasi bagaimana caranya untuk duduk nyaman digerbong kelas ekonomi ini. Posisi duduk yang saling berhadapan sangat menguji bagi anda yang mempunyai postur tubuh yang lebih tinggi. Dikarenakan seringnya lutut dan kaki yang saling beradu antar penumpang yang duduk berhadapan. Dikarenakan kereta yang saya naiki merupakan kelas ekonomi, ada kalanya kereta berhenti dibeberapa stasiun sekedar menaik dan menurunkan penumpang ataupun mempersilahkan kereta api kelas executive melintas terlebih dahulu. Kesempatan ini saya pergunakan untuk keluar dari kereta api sekedar merenggangkan badan dan menghirup udara luar sebelum akhirnya naik dan melanjutkan perjalanan dan tiba di Stasiun Tugu, Yogyakarta pukul 06:00 pagi.



Saya tiba di Stasiun Tugu, Yogyakarta dan dijemput oleh adik dari teman saya untuk diajak singgah kekontrakan mereka di daerah Condong Catur, Sleman. Mereka mengontrak sebuah rumah dengan 3 kamar lengkap beserta dapur kamar mandi dan ruang tengah. Mereka ada 3 orang bersaudara yang mendiami kontrakan tersebut selama mereka berkuliah di Yogyakarta. Seperti saya katakana sebelumnya, ada baiknya bagi anda yang juga ingin melakukan perjalanan backpacker, untuk setidaknya mencari tahu lokasi penginapan yang murah bila tidak mempunyai kerabat ataupun kenalan didaerah tempat tujuan anda. Setidaknya sangat membantu meringankan biaya perjalanan bila mempunyai kenalan yang bersedia dengan senang hati mengijinkan anda untuk menginap.
Setelah melepas lelah selama perjalanan Jakarta – Yogyakarta, saya melanjutkan perjalanan menuju Magelang. Transportasi yang digunakan menuju magelang bagi para pengguna jasa angkutan umum yaitu mini bus yang berangkat dari stasiun Jombor. Dibanyak artikel yang saya baca sebelum memulai perjalanan, biasanya trayek angkutan umum hanya sampai Terminal Muntilan. Namun sekarang telah tersedia jasa angkutan melayani trayek Yogyakarta – Borobudur dengan biaya perjalanan sebesar Rp 20,000.
Disini saya bertemu dengan para traveler local yang berasal dari Samarinda dan Manado. Dua orang ibu beserta dua orang anak mereka masing-masing bersama saya berangkat menggunakan satu bus dari Terminal Jombor ke Terminal Borobudur. Berbeda dengan saya yang memilih untuk menginap ditempat tujuan saya, mereka memilih menetap di Yogyakarta dan memilih perjalanan pulang-pergi Borobudur – Yogyakarta. Kami akhirnya memutuskan menjadi satu team selama perjalanan di Borobudur.

Dari Terminal Borobudur, selepas makan siang, kami melanjutkan perjalanan menuju Candi Borobudur menggunakan andong dengan biaya sewa jasa sebesar Rp 20,000 tiap andongnya. Besar biaya andong tergantung bagaimana cara kita tawar menawar dengan sang kusir. Dengan jumlah kami 7 orang, kami menyewa 2 buah andong untuk perjalanan Terminal – Borobudur.


Setibanya di pelataran Candi Borobudur kami segera masuk menuju pintu masuk, dimana pintu masuknya cukup membingungkan terutama bagi anda yang diturunkan di pintu keluar candi. Keramaian di sekitaran candi membuat kami sempat kebingungan menemukan pintu masuk. Banyak pedagang yang menyebar menyerbu para pengunjung candi. Mereka akan berebutan menawarkan berbagai macam dagangan mereka kepada para pengunjung. Bagi anda yang baru saja tiba, terutama yang kebetulan kewalahan menemukan pintu masuk seperti pengalaman kami, ada baiknya menghiraukan para pedagang. Akan sangat banyak cinderamata yang anda lihat setelah turun dari Candi Borobudur. Selain itu, akan kewalahan bagi anda menikmati indahnya Candi Borobudur dengan barang bawaan anda. Jangan repotkan diri anda cukupkan peralatan dan bekal seadanya untuk menikmati Candi Borobudur. 
Bagi wisatawan lokal akan dikenakan biaya sebesar Rp 30,000 sebagai tiket masuk kawasan candi. Bagi saya itu cukup murah dibandingkan keindahan yang saya terima di seputaran candi. Lokasi yang asri dan bersih setimpal dengan harga tiket masuk yang dibebankan bagi pengunjung. Di lingkungan candi sendiri ada beberapa jasa angkutan untuk mengitari lokasi seperti andong dan kereta mini. Kebetulan kereta mini untuk menuju pintu masuk candi. Biaya kereta mini itu sendiri Rp 7.500 sudah termasuk sebotol air mineral. Anda akan dibawa mengitari pekarangan candi sebelum akhirnya anda diantarkan kedepan pintu masuk candi. Bagi anda pengunjung wanita/pria yang mengenakan celana pendek, akan diberikan sebuah kain panjang secara gratis selama anda memasuki candi dan akan dikembalikan setelah anda keluar dari candi.
Tidak lama waktu kami menikmati keindahan Candi Borobudur, dikarenakan saat itu Jawa Tengah sedang musim hujan, dan memang tidak menunggu lama bagi kami setelah mencapai puncak Borobudur, kami segera turun dikarenakan secara perlahan hujan mulai turun yang makin lama makin deras mengantarkan kami ke pintu keluar candi. Saya dan mereka akhirnya berpisah setelah saling berjabat tangan dan mereka berlalu dengan andong menuju Terminal Borobudur untuk kembali ke pengingapan mereka di Yogyakarta. Saya sendiri berteduh disebuah warung mie ayam di depan pintu keluar menunggu hujan reda sambil bercerita bersama warga setempat. Dari mereka pulalah akhirnya aku dapatkan tempat penginapan murah daerah sekitaran Candi Borobudur. Yang akan aku tuliskan di tulisan lainnya saat menjelajah Desa Borobudur.





Saran:
        Beberapa pengalaman saya selama perjalanan menuju Candi Borobudur yang mungkin berguna bagi anda para single traveler terutama bagi yang pertama sekali ke objek wisata Candi Borobudur.
  1.      Bagi anda yang berangkat dari Yogyakarta menggunakan transportasi umum, biaya transportasi akan sangat bervariasi, bersikaplah sewajarnya warga Yogyakarta yang sedang menggunakan angkutan umum. Sepintas saya perhatikan beberapa gadis remaja satu rombongan bus dengan saya hanya membayar Rp 10,000 per orangnya dari Jombor – Borobudur.
  2.      Saat anda tiba di Terminal Borobudur, anda akan ditawari untuk makan dibeberapa warung. Ada baiknya anda bertanya terlebih dahulu harga bila ingin makan karna harga makanan juga bervariasi. Keputusan terbaik adalah mempersiapkan bekal anda sendiri dari sebelum berangkat.
  3.      Bila anda ingin menggunakan jasa ojek atau andong, ada baiknya saling tawar menawar, untuk kisaran ojek saya dapat informasi dari warga sekitar membayar Rp 5000 dari terminal menuju Borobudur. Ada baiknya anda berjalan kaki menuju candi, dikarenakan jarak yang saya perkirakan tidak sampai 1 km. Ditambah lagi anda dapat lebih tahu aktivitas warga sekitar.
  4.      Jangan terburu-buru berbelanja souvenir, setibanya anda di pekarangan candi. Setelah anda keluar kawasan candi, anda akan melewati pasar souvenir yang tentunya akan lebih banyak pilihan. Selain itu, banyak nya para pedagang souvenir akan memudahkan anda menemukan harga yang murah.
  5.     Ada baiknya anda membawa topi atau payung bila anda tidak ingin membelinya.
  6.    Perkirakan waktu perjalanan anda. Disarankan jangan saat musim hujan dikarenakan intensitas hujan cukup tinggi di Desa Borobudur.
  7.  Bersikap sopanlah dengan warga sekitar. Akan sangat dan benar-benar membantu anda dalam menentukan tempat-tempat murah seperti tempat makan, penginapan, transportasi yang murah terutama anda seorang backpacker dengan modal minim seperti saya.
  8.   Bila anda wisatawan lokal, bersikaplah wisatawan lokal dengan turut menjaga kebersihan candi.

Selamat berlibur!