Friday, March 10, 2017

Sekilas Perjalanan Menuju Candi Borobudur


Candi Borobudur adalah salah satu destinasi wisata budaya dan agama yang terletak di Desa Borobudur, Kabupaten Magelang – Jawa Tengah. Candi Borobudur merupakan sebuah bangunan candi Buddha berbentuk stupa yang didirikan sekitar tahun 800M pada masa pemerintahan Wangsa Syailendra oleh para penganut Agama Buddha Mahayana. Perkiraan ini didasari oleh penemuan tulisan yang dipahat pada pigura asli relief kaki candi (Karwa Wibhangga) menggunakan huruf Pallawa yang digunakan di abad 8M. Candi Borobudur adalah Candi Buddha terbesar sekaligus salah satu monumen Buddha terbesar didunia. Terletak di 15 km Selatan Kota Magelang, candi ini berada didataran berbukit yang hampir seluruhnya dikelilingi oleh gunung diantaranya G. Merbabu disebelah Timur, G. Merapi disebelah Barat Laut, G. Sumbing disebelah Selatan dan G. Sindoro disebelah Utara.


Sejarah mengatakan pembangunan Candi Borobudur memakan waktu kurang lebih 50 tahun. Beberapa prasasti menyebutkan candi ini digunakan oleh orang-orang Agama Buddha masa itu sebagai tempat ziarah dan ibadah selama kurang lebih 150 tahun. Keruntuhan Wangsa Syailendra mengakibatkan keberadaan para penganut Agama Buddha terdesak oleh keberadaan para penganut Agama Hindu kala itu yang mengakibatkan terjadinya migrasi besar-besaran hingga akhirnya menelantarkan bangunan candi. Terbengkalai terlalu lama dan rusak oleh alam (tertimbun oleh abu letusan gunung tertimbun hilang didalam tanah) Candi Borobudur digali kembali sekitar tahun1814M oleh Sir Thomas Stamford Raffles. Ia dianggap orang pertama yang menguak keberadaan Candi Borobudur. Penggalian ini terhenti dikarenakan kondisi tanah yang rawan longsor, sehingga Sir Thomas Stamford Raffles hanya memiliki sketsa candi. Penggalian dilanjutkan pada Tahun 1835 selepas Inggris mengalami kekalahan terhadap Belanda oleh Hartman dan pada tahun1873 foto pertama Candi Borobudur di abadikan oleh ahli engrafi Belanda.
Candi Borobudur untuk pertama kali dipugar pada tahun 1902 oleh pemerintahan Hindia Belanda dengan menghabiskan biaya 48.800 gulden. Pemugaran dilakukan untuk memperbaiki keadaan drainase. Pada tahun 1907-1911 oleh Theodor van Erp dilakukan pemugaran tahap kedua untuk pencarian kepala patung Buddha. Hingga akhirnya pada tahun 1960 pemerintah Indonesia berinisiatif melakukan pemugaran besar-besaran dengan mengajukan permintaan kepada masyarakat internasional untuk memulihkan Borobudur hingga akhirnya Candi Borobudur terlihat seperti sekarang ini. Tahun 1991 UNESCO memasukan Candi Borobudur menjadi salah satu warisan dunia dan merupakan salah satu dari keajaiban dunia.

Jelajah Borobudur
        Tulisan pertama di blog ini menceritakan perjalanan dan kisah saya selama di Borobudur. Berawal dari keinginan yang sudah lama terpendam ingin mencoba kenikmatan baru terhadap petualangan backpacker, saya memilih Jawa Tengah sebagai destinasi perjalanan saya. Saya memilih Jawa Tengah, salah satu alasannya propinsi ini merupakan daerah baru untuk saya disamping keindahaan alam Jawa Tengah yang tidak akan cukup dijelajah dalam kurun waktu singkat. Saya sendiri hanya punya waktu seminggu, menjelajah sebagian Jawa Tengah dan Borobudur sendiri hanya saya nikmati dalam waktu kurang dari 2 hari.
Awal perjalanan saya dimulai setibanya saya di Bandara Internasional Sukarno Hatta, Cengkareng. Bermodalkan jasa angkutan online saya hanya membayar sekitar Rp 90,000 dari bandara menuju Stasiun Senen. Bermodalkan ransel daily pack yang terisi ¾ nya sudah termasuk beberapa pakaian ganti dan cemilan roti serta air mineral dan sejumlah uang tunai, saya siap memasuki Stasiun Senen menunggu kereta api mengantarkan saya menuju Yogyakarta.Tepat pukul 21:45 KA Bogowonto mulai bergerak perlahan meninggalkan Kota Jakarta.
Pengalaman pertama pula bagi saya menggunakan jasa angkutan kereta api. Sesuatu yang baru melihat para penumpang yang duduk nyaman dibangku masing-masing sementara saya baru saja memulai beradaptasi bagaimana caranya untuk duduk nyaman digerbong kelas ekonomi ini. Posisi duduk yang saling berhadapan sangat menguji bagi anda yang mempunyai postur tubuh yang lebih tinggi. Dikarenakan seringnya lutut dan kaki yang saling beradu antar penumpang yang duduk berhadapan. Dikarenakan kereta yang saya naiki merupakan kelas ekonomi, ada kalanya kereta berhenti dibeberapa stasiun sekedar menaik dan menurunkan penumpang ataupun mempersilahkan kereta api kelas executive melintas terlebih dahulu. Kesempatan ini saya pergunakan untuk keluar dari kereta api sekedar merenggangkan badan dan menghirup udara luar sebelum akhirnya naik dan melanjutkan perjalanan dan tiba di Stasiun Tugu, Yogyakarta pukul 06:00 pagi.



Saya tiba di Stasiun Tugu, Yogyakarta dan dijemput oleh adik dari teman saya untuk diajak singgah kekontrakan mereka di daerah Condong Catur, Sleman. Mereka mengontrak sebuah rumah dengan 3 kamar lengkap beserta dapur kamar mandi dan ruang tengah. Mereka ada 3 orang bersaudara yang mendiami kontrakan tersebut selama mereka berkuliah di Yogyakarta. Seperti saya katakana sebelumnya, ada baiknya bagi anda yang juga ingin melakukan perjalanan backpacker, untuk setidaknya mencari tahu lokasi penginapan yang murah bila tidak mempunyai kerabat ataupun kenalan didaerah tempat tujuan anda. Setidaknya sangat membantu meringankan biaya perjalanan bila mempunyai kenalan yang bersedia dengan senang hati mengijinkan anda untuk menginap.
Setelah melepas lelah selama perjalanan Jakarta – Yogyakarta, saya melanjutkan perjalanan menuju Magelang. Transportasi yang digunakan menuju magelang bagi para pengguna jasa angkutan umum yaitu mini bus yang berangkat dari stasiun Jombor. Dibanyak artikel yang saya baca sebelum memulai perjalanan, biasanya trayek angkutan umum hanya sampai Terminal Muntilan. Namun sekarang telah tersedia jasa angkutan melayani trayek Yogyakarta – Borobudur dengan biaya perjalanan sebesar Rp 20,000.
Disini saya bertemu dengan para traveler local yang berasal dari Samarinda dan Manado. Dua orang ibu beserta dua orang anak mereka masing-masing bersama saya berangkat menggunakan satu bus dari Terminal Jombor ke Terminal Borobudur. Berbeda dengan saya yang memilih untuk menginap ditempat tujuan saya, mereka memilih menetap di Yogyakarta dan memilih perjalanan pulang-pergi Borobudur – Yogyakarta. Kami akhirnya memutuskan menjadi satu team selama perjalanan di Borobudur.

Dari Terminal Borobudur, selepas makan siang, kami melanjutkan perjalanan menuju Candi Borobudur menggunakan andong dengan biaya sewa jasa sebesar Rp 20,000 tiap andongnya. Besar biaya andong tergantung bagaimana cara kita tawar menawar dengan sang kusir. Dengan jumlah kami 7 orang, kami menyewa 2 buah andong untuk perjalanan Terminal – Borobudur.


Setibanya di pelataran Candi Borobudur kami segera masuk menuju pintu masuk, dimana pintu masuknya cukup membingungkan terutama bagi anda yang diturunkan di pintu keluar candi. Keramaian di sekitaran candi membuat kami sempat kebingungan menemukan pintu masuk. Banyak pedagang yang menyebar menyerbu para pengunjung candi. Mereka akan berebutan menawarkan berbagai macam dagangan mereka kepada para pengunjung. Bagi anda yang baru saja tiba, terutama yang kebetulan kewalahan menemukan pintu masuk seperti pengalaman kami, ada baiknya menghiraukan para pedagang. Akan sangat banyak cinderamata yang anda lihat setelah turun dari Candi Borobudur. Selain itu, akan kewalahan bagi anda menikmati indahnya Candi Borobudur dengan barang bawaan anda. Jangan repotkan diri anda cukupkan peralatan dan bekal seadanya untuk menikmati Candi Borobudur. 
Bagi wisatawan lokal akan dikenakan biaya sebesar Rp 30,000 sebagai tiket masuk kawasan candi. Bagi saya itu cukup murah dibandingkan keindahan yang saya terima di seputaran candi. Lokasi yang asri dan bersih setimpal dengan harga tiket masuk yang dibebankan bagi pengunjung. Di lingkungan candi sendiri ada beberapa jasa angkutan untuk mengitari lokasi seperti andong dan kereta mini. Kebetulan kereta mini untuk menuju pintu masuk candi. Biaya kereta mini itu sendiri Rp 7.500 sudah termasuk sebotol air mineral. Anda akan dibawa mengitari pekarangan candi sebelum akhirnya anda diantarkan kedepan pintu masuk candi. Bagi anda pengunjung wanita/pria yang mengenakan celana pendek, akan diberikan sebuah kain panjang secara gratis selama anda memasuki candi dan akan dikembalikan setelah anda keluar dari candi.
Tidak lama waktu kami menikmati keindahan Candi Borobudur, dikarenakan saat itu Jawa Tengah sedang musim hujan, dan memang tidak menunggu lama bagi kami setelah mencapai puncak Borobudur, kami segera turun dikarenakan secara perlahan hujan mulai turun yang makin lama makin deras mengantarkan kami ke pintu keluar candi. Saya dan mereka akhirnya berpisah setelah saling berjabat tangan dan mereka berlalu dengan andong menuju Terminal Borobudur untuk kembali ke pengingapan mereka di Yogyakarta. Saya sendiri berteduh disebuah warung mie ayam di depan pintu keluar menunggu hujan reda sambil bercerita bersama warga setempat. Dari mereka pulalah akhirnya aku dapatkan tempat penginapan murah daerah sekitaran Candi Borobudur. Yang akan aku tuliskan di tulisan lainnya saat menjelajah Desa Borobudur.





Saran:
        Beberapa pengalaman saya selama perjalanan menuju Candi Borobudur yang mungkin berguna bagi anda para single traveler terutama bagi yang pertama sekali ke objek wisata Candi Borobudur.
  1.      Bagi anda yang berangkat dari Yogyakarta menggunakan transportasi umum, biaya transportasi akan sangat bervariasi, bersikaplah sewajarnya warga Yogyakarta yang sedang menggunakan angkutan umum. Sepintas saya perhatikan beberapa gadis remaja satu rombongan bus dengan saya hanya membayar Rp 10,000 per orangnya dari Jombor – Borobudur.
  2.      Saat anda tiba di Terminal Borobudur, anda akan ditawari untuk makan dibeberapa warung. Ada baiknya anda bertanya terlebih dahulu harga bila ingin makan karna harga makanan juga bervariasi. Keputusan terbaik adalah mempersiapkan bekal anda sendiri dari sebelum berangkat.
  3.      Bila anda ingin menggunakan jasa ojek atau andong, ada baiknya saling tawar menawar, untuk kisaran ojek saya dapat informasi dari warga sekitar membayar Rp 5000 dari terminal menuju Borobudur. Ada baiknya anda berjalan kaki menuju candi, dikarenakan jarak yang saya perkirakan tidak sampai 1 km. Ditambah lagi anda dapat lebih tahu aktivitas warga sekitar.
  4.      Jangan terburu-buru berbelanja souvenir, setibanya anda di pekarangan candi. Setelah anda keluar kawasan candi, anda akan melewati pasar souvenir yang tentunya akan lebih banyak pilihan. Selain itu, banyak nya para pedagang souvenir akan memudahkan anda menemukan harga yang murah.
  5.     Ada baiknya anda membawa topi atau payung bila anda tidak ingin membelinya.
  6.    Perkirakan waktu perjalanan anda. Disarankan jangan saat musim hujan dikarenakan intensitas hujan cukup tinggi di Desa Borobudur.
  7.  Bersikap sopanlah dengan warga sekitar. Akan sangat dan benar-benar membantu anda dalam menentukan tempat-tempat murah seperti tempat makan, penginapan, transportasi yang murah terutama anda seorang backpacker dengan modal minim seperti saya.
  8.   Bila anda wisatawan lokal, bersikaplah wisatawan lokal dengan turut menjaga kebersihan candi.

Selamat berlibur!

No comments:

Post a Comment