Candi
Borobudur adalah salah satu destinasi wisata budaya dan agama yang terletak di
Desa Borobudur, Kabupaten Magelang – Jawa Tengah. Candi Borobudur merupakan
sebuah bangunan candi Buddha berbentuk stupa yang didirikan sekitar tahun 800M
pada masa pemerintahan Wangsa Syailendra oleh para penganut Agama Buddha
Mahayana. Perkiraan ini didasari oleh penemuan tulisan yang dipahat pada pigura
asli relief kaki candi (Karwa Wibhangga) menggunakan huruf Pallawa yang digunakan
di abad 8M. Candi Borobudur adalah Candi Buddha terbesar sekaligus salah satu monumen
Buddha terbesar didunia. Terletak di 15 km Selatan Kota Magelang, candi ini
berada didataran berbukit yang hampir seluruhnya dikelilingi oleh gunung diantaranya
G. Merbabu disebelah Timur, G. Merapi disebelah Barat Laut, G. Sumbing
disebelah Selatan dan G. Sindoro disebelah Utara.
Sejarah
mengatakan pembangunan Candi Borobudur memakan waktu kurang lebih 50 tahun. Beberapa
prasasti menyebutkan candi ini digunakan oleh orang-orang Agama Buddha masa itu
sebagai tempat ziarah dan ibadah selama kurang lebih 150 tahun. Keruntuhan Wangsa
Syailendra mengakibatkan keberadaan para penganut Agama Buddha terdesak oleh
keberadaan para penganut Agama Hindu kala itu yang mengakibatkan terjadinya
migrasi besar-besaran hingga akhirnya menelantarkan bangunan candi. Terbengkalai
terlalu lama dan rusak oleh alam (tertimbun oleh abu letusan gunung tertimbun
hilang didalam tanah) Candi Borobudur digali kembali sekitar tahun1814M oleh
Sir Thomas Stamford Raffles. Ia dianggap orang pertama yang menguak keberadaan
Candi Borobudur. Penggalian ini terhenti dikarenakan kondisi tanah yang rawan
longsor, sehingga Sir Thomas Stamford Raffles hanya memiliki sketsa candi.
Penggalian dilanjutkan pada Tahun 1835 selepas Inggris mengalami kekalahan
terhadap Belanda oleh Hartman dan pada tahun1873 foto pertama Candi Borobudur
di abadikan oleh ahli engrafi Belanda.
Candi
Borobudur untuk pertama kali dipugar pada tahun 1902 oleh pemerintahan Hindia
Belanda dengan menghabiskan biaya 48.800 gulden. Pemugaran dilakukan untuk
memperbaiki keadaan drainase. Pada tahun 1907-1911 oleh Theodor van Erp
dilakukan pemugaran tahap kedua untuk pencarian kepala patung Buddha. Hingga akhirnya
pada tahun 1960 pemerintah Indonesia berinisiatif melakukan pemugaran
besar-besaran dengan mengajukan permintaan kepada masyarakat internasional
untuk memulihkan Borobudur hingga akhirnya Candi Borobudur terlihat seperti
sekarang ini. Tahun 1991 UNESCO memasukan Candi Borobudur menjadi salah satu
warisan dunia dan merupakan salah satu dari keajaiban dunia.
Jelajah Borobudur
Tulisan
pertama di blog ini menceritakan perjalanan dan kisah saya selama di Borobudur.
Berawal dari keinginan yang sudah lama terpendam ingin mencoba kenikmatan baru
terhadap petualangan backpacker, saya
memilih Jawa Tengah sebagai destinasi perjalanan saya. Saya memilih Jawa
Tengah, salah satu alasannya propinsi ini merupakan daerah baru untuk saya
disamping keindahaan alam Jawa Tengah yang tidak akan cukup dijelajah dalam
kurun waktu singkat. Saya sendiri hanya punya waktu seminggu, menjelajah
sebagian Jawa Tengah dan Borobudur sendiri hanya saya nikmati dalam waktu
kurang dari 2 hari.
Awal
perjalanan saya dimulai setibanya saya di Bandara Internasional Sukarno Hatta,
Cengkareng. Bermodalkan jasa angkutan online saya hanya membayar sekitar Rp
90,000 dari bandara menuju Stasiun Senen. Bermodalkan ransel daily pack yang terisi ¾ nya sudah
termasuk beberapa pakaian ganti dan cemilan roti serta air mineral dan sejumlah
uang tunai, saya siap memasuki Stasiun Senen menunggu kereta api mengantarkan
saya menuju Yogyakarta.Tepat pukul 21:45 KA Bogowonto mulai bergerak perlahan
meninggalkan Kota Jakarta.
Pengalaman
pertama pula bagi saya menggunakan jasa angkutan kereta api. Sesuatu yang baru
melihat para penumpang yang duduk nyaman dibangku masing-masing sementara saya
baru saja memulai beradaptasi bagaimana caranya untuk duduk nyaman digerbong
kelas ekonomi ini. Posisi duduk yang saling berhadapan sangat menguji bagi anda
yang mempunyai postur tubuh yang lebih tinggi. Dikarenakan seringnya lutut dan
kaki yang saling beradu antar penumpang yang duduk berhadapan. Dikarenakan kereta
yang saya naiki merupakan kelas ekonomi, ada kalanya kereta berhenti dibeberapa
stasiun sekedar menaik dan menurunkan penumpang ataupun mempersilahkan kereta
api kelas executive melintas terlebih dahulu. Kesempatan ini saya pergunakan
untuk keluar dari kereta api sekedar merenggangkan badan dan menghirup udara
luar sebelum akhirnya naik dan melanjutkan perjalanan dan tiba di Stasiun Tugu,
Yogyakarta pukul 06:00 pagi.
Saya
tiba di Stasiun Tugu, Yogyakarta dan dijemput oleh adik dari teman saya untuk
diajak singgah kekontrakan mereka di daerah Condong Catur, Sleman. Mereka mengontrak
sebuah rumah dengan 3 kamar lengkap beserta dapur kamar mandi dan ruang tengah.
Mereka ada 3 orang bersaudara yang mendiami kontrakan tersebut selama mereka
berkuliah di Yogyakarta. Seperti saya katakana sebelumnya, ada baiknya bagi
anda yang juga ingin melakukan perjalanan backpacker, untuk setidaknya mencari
tahu lokasi penginapan yang murah bila tidak mempunyai kerabat ataupun kenalan
didaerah tempat tujuan anda. Setidaknya sangat membantu meringankan biaya
perjalanan bila mempunyai kenalan yang bersedia dengan senang hati mengijinkan
anda untuk menginap.
Setelah
melepas lelah selama perjalanan Jakarta – Yogyakarta, saya melanjutkan
perjalanan menuju Magelang. Transportasi yang digunakan menuju magelang bagi
para pengguna jasa angkutan umum yaitu mini bus yang berangkat dari stasiun
Jombor. Dibanyak artikel yang saya baca sebelum memulai perjalanan, biasanya
trayek angkutan umum hanya sampai Terminal Muntilan. Namun sekarang telah
tersedia jasa angkutan melayani trayek Yogyakarta – Borobudur dengan biaya
perjalanan sebesar Rp 20,000.
Disini
saya bertemu dengan para traveler local yang berasal dari Samarinda dan Manado.
Dua orang ibu beserta dua orang anak mereka masing-masing bersama saya
berangkat menggunakan satu bus dari Terminal Jombor ke Terminal Borobudur. Berbeda
dengan saya yang memilih untuk menginap ditempat tujuan saya, mereka memilih
menetap di Yogyakarta dan memilih perjalanan pulang-pergi Borobudur –
Yogyakarta. Kami akhirnya memutuskan menjadi satu team selama perjalanan di
Borobudur.
Dari
Terminal Borobudur, selepas makan siang, kami melanjutkan perjalanan menuju
Candi Borobudur menggunakan andong dengan biaya sewa jasa sebesar Rp 20,000
tiap andongnya. Besar biaya andong tergantung bagaimana cara kita tawar menawar
dengan sang kusir. Dengan jumlah kami 7 orang, kami menyewa 2 buah andong untuk
perjalanan Terminal – Borobudur.
Setibanya
di pelataran Candi Borobudur kami segera masuk menuju pintu masuk, dimana pintu
masuknya cukup membingungkan terutama bagi anda yang diturunkan di pintu keluar
candi. Keramaian di sekitaran candi membuat kami sempat kebingungan menemukan
pintu masuk. Banyak pedagang yang menyebar menyerbu para pengunjung candi.
Mereka akan berebutan menawarkan berbagai macam dagangan mereka kepada para
pengunjung. Bagi anda yang baru saja tiba, terutama yang kebetulan kewalahan
menemukan pintu masuk seperti pengalaman kami, ada baiknya menghiraukan para
pedagang. Akan sangat banyak cinderamata yang anda lihat setelah turun dari
Candi Borobudur. Selain itu, akan kewalahan bagi anda menikmati indahnya Candi
Borobudur dengan barang bawaan anda. Jangan repotkan diri anda cukupkan
peralatan dan bekal seadanya untuk menikmati Candi Borobudur.
Bagi
wisatawan lokal akan dikenakan biaya sebesar Rp 30,000 sebagai tiket masuk
kawasan candi. Bagi saya itu cukup murah dibandingkan keindahan yang saya
terima di seputaran candi. Lokasi yang asri dan bersih setimpal dengan harga
tiket masuk yang dibebankan bagi pengunjung. Di lingkungan candi sendiri ada
beberapa jasa angkutan untuk mengitari lokasi seperti andong dan kereta mini. Kebetulan
kereta mini untuk menuju pintu masuk candi. Biaya kereta mini itu sendiri Rp
7.500 sudah termasuk sebotol air mineral. Anda akan dibawa mengitari pekarangan
candi sebelum akhirnya anda diantarkan kedepan pintu masuk candi. Bagi anda
pengunjung wanita/pria yang mengenakan celana pendek, akan diberikan sebuah
kain panjang secara gratis selama anda memasuki candi dan akan dikembalikan
setelah anda keluar dari candi.
Tidak
lama waktu kami menikmati keindahan Candi Borobudur, dikarenakan saat itu Jawa
Tengah sedang musim hujan, dan memang tidak menunggu lama bagi kami setelah
mencapai puncak Borobudur, kami segera turun dikarenakan secara perlahan hujan
mulai turun yang makin lama makin deras mengantarkan kami ke pintu keluar
candi. Saya dan mereka akhirnya berpisah setelah saling berjabat tangan dan
mereka berlalu dengan andong menuju Terminal Borobudur untuk kembali ke
pengingapan mereka di Yogyakarta. Saya sendiri berteduh disebuah warung mie
ayam di depan pintu keluar menunggu hujan reda sambil bercerita bersama warga
setempat. Dari mereka pulalah akhirnya aku dapatkan tempat penginapan murah
daerah sekitaran Candi Borobudur. Yang akan aku tuliskan di tulisan lainnya
saat menjelajah Desa Borobudur.
Saran:
Beberapa
pengalaman saya selama perjalanan menuju Candi Borobudur yang mungkin berguna bagi
anda para single traveler terutama
bagi yang pertama sekali ke objek wisata Candi Borobudur.
- Bagi anda yang berangkat dari Yogyakarta menggunakan transportasi umum, biaya transportasi akan sangat bervariasi, bersikaplah sewajarnya warga Yogyakarta yang sedang menggunakan angkutan umum. Sepintas saya perhatikan beberapa gadis remaja satu rombongan bus dengan saya hanya membayar Rp 10,000 per orangnya dari Jombor – Borobudur.
- Saat anda tiba di Terminal Borobudur, anda akan ditawari untuk makan dibeberapa warung. Ada baiknya anda bertanya terlebih dahulu harga bila ingin makan karna harga makanan juga bervariasi. Keputusan terbaik adalah mempersiapkan bekal anda sendiri dari sebelum berangkat.
- Bila anda ingin menggunakan jasa ojek atau andong, ada baiknya saling tawar menawar, untuk kisaran ojek saya dapat informasi dari warga sekitar membayar Rp 5000 dari terminal menuju Borobudur. Ada baiknya anda berjalan kaki menuju candi, dikarenakan jarak yang saya perkirakan tidak sampai 1 km. Ditambah lagi anda dapat lebih tahu aktivitas warga sekitar.
- Jangan terburu-buru berbelanja souvenir, setibanya anda di pekarangan candi. Setelah anda keluar kawasan candi, anda akan melewati pasar souvenir yang tentunya akan lebih banyak pilihan. Selain itu, banyak nya para pedagang souvenir akan memudahkan anda menemukan harga yang murah.
- Ada baiknya anda membawa topi atau payung bila anda tidak ingin membelinya.
- Perkirakan waktu perjalanan anda. Disarankan jangan saat musim hujan dikarenakan intensitas hujan cukup tinggi di Desa Borobudur.
- Bersikap sopanlah dengan warga sekitar. Akan sangat dan benar-benar membantu anda dalam menentukan tempat-tempat murah seperti tempat makan, penginapan, transportasi yang murah terutama anda seorang backpacker dengan modal minim seperti saya.
- Bila anda wisatawan lokal, bersikaplah wisatawan lokal dengan turut menjaga kebersihan candi.
Selamat
berlibur!














No comments:
Post a Comment